iPhone 13 di 2025: Masih Layak Dipakai? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Kalau ngomongin iPhone 13 di tahun 2025, pasti banyak yang nanya, "Masih worth it nggak sih?" Apalagi buat kalian yang butuh HP yang aksesibel, nyaman dipakai harian, dan gak cepet rewel. Nah, di artikel ini saya bakal bahas santai tapi detail soal kelebihan dan kekurangannya, termasuk dari sisi aksesibilitas yang kadang suka dilupain orang. Siapa tau aja iPhone 13 ini masih cocok buat jadi daily driver kalian!

Yuk langsung aja kita kupas satu-satu!

Kelebihan iPhone 13:

  • Update iOS masih bisa tahan 3-4 tahun lagi, kalau Apple-nya berbaik hati kayaknya bisa lebih lama.
  • Tahan air juga, jadi bisa dicemplungin bentar-bentar gitu masih aman.
  • Processor masih kuat banget setelah hampir 4 tahun dirilis.
  • Compact juga, jadi enak banget buat dibawa kemana-mana.
  • Speaker buat stel musik juga oke banget, suaranya bersih dan kenceng.

Keunggulan dari segi aksesibilitas:

Dia akses sih, bisa dibilang sama Android nggak kalah. Kadang kalau Android udah lama dipakai, TalkBack atau screen reader-nya suka mati-mati sendiri atau bug, ini di iPhone 13 nggak sih. Cuma kekurangannya pas nutup iklan aja yang agak PR, tapi tenang aja, iklannya juga nggak banyak kok.

Tambahan Kelebihan Lainnya:

  • Layar OLED Super Retina XDR yang tajem dan cerah banget.
  • Kamera 12MP yang masih bisa diandelin buat foto dan video, bahkan support Night Mode dan Dolby Vision.
  • Baterai tahan seharian, plus support fast charging 20W dan MagSafe.
  • Harga second sekarang udah lebih terjangkau, sekitar 7-10 jutaan tergantung kondisi.
  • Build quality premium dengan material aluminium, desainnya juga masih modern lah.

Kekurangan iPhone 13:

  • Layar masih 60Hz, belum kayak iPhone 13 Pro yang udah 120Hz.
  • Kamera nggak ada lensa telephoto dan LiDAR, jadi buat zoom dan AR kurang maksimal.
  • Fast charging-nya kalah cepat dibanding HP Android yang udah 45W ke atas.
  • Masih full mengandalkan Face ID, nggak ada Touch ID buat backup.
  • Harga second tetap lebih mahal dibanding Android dengan spek mirip.
  • Di box-nya nggak dapet charger dan earphone, harus beli sendiri.
  • Penyimpanan cuma ada internal, nggak bisa ditambah microSD.
  • Desainnya mirip-mirip iPhone 12, jadi kesannya nggak ada sesuatu yang fresh.
  • Gak ada fitur Always-On Display.
  • Port audio 3.5mm juga nggak ada, harus pakai adapter atau TWS.

Penutup

Jadi kesimpulannya, iPhone 13 di tahun 2025 itu masih lumayan worth it, terutama buat kalian yang butuh HP aksesibel, stabil, dan nyaman buat harian. Tapi ya namanya juga teknologi, pasti ada aja kurangnya. Selama kalian oke sama minus-minus kecilnya, iPhone 13 masih jadi pilihan yang cakep kok.

Semoga artikel ini bisa bantu kalian buat mutusin ya!

—Alfian, dari Technokers Lab

Referensi:

About

Kenapa ChatGPT Sering Nggak Nyambung? Ini Cara Bikin Prompt yang Bener!

Kenapa ChatGPT Sering Nggak Nyambung? Ini Cara Bikin Prompt yang Bener!

Halo semua! Setelah sebelumnya kita bahas tentang memori dan gaya ngobrol ChatGPT, sekarang saatnya kita mendalami cara membuat prompt yang efektif. Prompt yang tepat bisa membantu ChatGPT memberikan jawaban yang lebih relevan dan sesuai dengan apa yang kalian butuhkan.

Apa Itu Prompt?

Prompt adalah perintah atau pertanyaan yang kalian berikan kepada ChatGPT. Cara kalian menyusun prompt sangat mempengaruhi kualitas jawaban yang diberikan. Prompt yang jelas dan spesifik akan menghasilkan jawaban yang lebih akurat.

Kenapa ChatGPT Sering Nggak Nyambung?

Beberapa alasan umum kenapa ChatGPT memberikan jawaban yang kurang relevan:

  • Prompt terlalu umum: Misalnya, "Ceritakan tentang sejarah." Prompt ini terlalu luas dan bisa menghasilkan jawaban yang tidak fokus.
  • Tidak memberikan konteks: Tanpa konteks, ChatGPT kesulitan memahami apa yang sebenarnya kalian inginkan.
  • Kurang spesifik: Misalnya, "Buatkan artikel." Artikel tentang apa? Untuk siapa? Dengan gaya bahasa seperti apa?

Cara Membuat Prompt yang Efektif

  1. Jelaskan Tujuan Kalian: Sebutkan dengan jelas apa yang kalian inginkan. Contoh: "Saya ingin membuat artikel blog tentang manfaat AI dalam pendidikan."
  2. Berikan Konteks: Tambahkan informasi pendukung agar ChatGPT memahami latar belakang permintaan kalian. Contoh: "Artikel ini ditujukan untuk guru sekolah menengah yang ingin memahami penggunaan AI."
  3. Spesifik dalam Permintaan: Jelaskan detail yang kalian inginkan. Contoh: "Tolong buatkan artikel sepanjang 500 kata dengan gaya bahasa santai dan mudah dipahami."
  4. Gunakan Gaya Bahasa yang Diinginkan: Jika kalian menginginkan gaya bahasa tertentu, sebutkan. Contoh: "Gunakan gaya bahasa yang santai dan sopan, seperti sedang berbicara dengan teman."
  5. Berikan Contoh Jika Perlu: Memberikan contoh bisa membantu ChatGPT memahami apa yang kalian inginkan. Contoh: "Buatkan artikel seperti yang ada di blog Technokers Lab."

Contoh Prompt yang Baik

Saya ingin membuat artikel blog tentang manfaat AI dalam pendidikan. Artikel ini ditujukan untuk guru sekolah menengah yang ingin memahami penggunaan AI. Tolong buatkan artikel sepanjang 500 kata dengan gaya bahasa santai dan mudah dipahami.
  

Penutup

Membuat prompt yang efektif adalah kunci untuk mendapatkan jawaban yang relevan dari ChatGPT. Dengan memberikan tujuan yang jelas, konteks, dan detail yang spesifik, kalian bisa memaksimalkan potensi ChatGPT sebagai asisten digital kalian.

Sampai jumpa di artikel berikutnya!
—Alfian, dari Technokers Lab

About

Kenapa ChatGPT Ngomongnya Kaku Banget? Apa Itu Memori? dan Cara Bikin Dia Lebih Ngerti Kita.

Pernah nggak sih kalian lagi ngobrol sama ChatGPT, terus ngerasa jawabannya kayak robot banget? Kaku, terlalu formal, kadang malah kayak nggak nyambung. Nah, itu sebenernya wajar banget—dan di tulisan ini, saya mau bahas kenapa itu bisa kejadian, dan gimana caranya bikin ChatGPT lebih nyambung sama cara kita ngobrol.

ChatGPT Itu Nggak Punya "Perasaan", Tapi...

AI kayak ChatGPT nggak punya perasaan, pengalaman hidup, atau emosi. Tapi dia bisa belajar dari cara kalian ngobrol. Masalahnya, default-nya dia bakal jawab seformal mungkin. Makanya, kalau kalian nggak ngasih instruksi soal gaya bahasa, ya dia bakal jawab standar robot banget.

Terus, Apa Itu Memori?

Memori di ChatGPT (khusus yang udah aktif fiturnya) adalah fitur yang bikin AI ini bisa "nginget" preferensi atau info tertentu tentang kalian. Misalnya:

  • Kalian suka gaya ngobrol santai
  • Sering bahas topik AI, coding, atau hal teknis
  • Lebih nyaman pakai kata ganti "saya dan kalian"

Dengan memori, ChatGPT bisa mulai ngatur gaya jawabannya supaya lebih mirip temen ngobrol daripada guru Bahasa Indonesia.

Kalau Nggak Ada Memori, Gimana?

Tenang, meskipun belum ada fitur memori, walaupun itu kayanya gak mungkin, kalian tetap bisa “ngarahin” ChatGPT biar jawabannya lebih enak dibaca dan sesuai kebutuhan kalian. Coba aja ketik:

Pakai gaya santai dan sopan ya, kayak ngobrol sama temen, jangan terlalu formal.

Atau kalau udah pernah ngobrol dan kalian pengen dia “nginget” konteks, cukup bilang:

Tadi kita udah bahas tentang AI, sekarang lanjut ke cara pakainya di sekolah dong.

Dengan begitu, dia bakal ngehubungin percakapan sebelumnya, meskipun nggak disimpan permanen.

ChatGPT Bisa Dibentuk Sesuai Gaya Kalian

Salah satu hal seru dari AI ini adalah: kalian bisa latih dia buat ngobrol dengan gaya khas kalian. Semakin sering kalian kasih arahan, semakin bagus hasilnya. Kalian bisa bilang:

Jawab pakai gaya anak SMA yang suka nulis blog, pakai kata saya dan kalian aja.

Lama-lama, gaya jawabannya bisa jadi mirip kayak tulisan yang kalian baca sekarang. Karena, ya… ini juga hasil "ngarahin" ChatGPT supaya nulis kayak saya.

Penutup

Jadi, kalau kalian ngerasa ChatGPT kaku, itu bukan salah kalian—emang begitu default-nya. Tapi dengan sedikit trik dan arahan, kalian bisa bikin dia lebih luwes dan nyambung sama cara kalian ngomong. Bahkan, bisa banget bikin dia jadi partner nulis, belajar, atau ngide yang cocok banget sama gaya kalian.

Nanti di tulisan berikutnya, saya bakal bahas soal prompt: gimana cara bikin perintah yang lebih akurat biar hasil jawabannya nggak ngaco atau keluar topik. Stay tuned ya!

—Alfian, dari Technokers Lab

About

Contoh Penggunaan ChatGPT Buat Bantu Kegiatan Sehari-hari

Setelah kenalan sama ChatGPT di tulisan sebelumnya, sekarang saya mau tunjukin beberapa contoh penggunaan AI ini dalam kegiatan sehari-hari. Buat saya pribadi, ChatGPT bukan cuma alat buat tanya-tanya, tapi juga jadi asisten yang bantuin saya ngatur, nulis, sampai mikir ide.

1. Bikin Teks atau Surat Cepat

Kalian bisa minta ChatGPT ngebantuin bikin surat izin, undangan, atau bahkan caption buat media sosial. Contoh:

Tolong bikinin surat izin nggak masuk sekolah karena sakit.

Jawabannya langsung keluar, tinggal disalin dan disesuaikan sedikit aja.

2. Nyusun Jadwal atau Daftar Tugas

Kalau kalian suka lupa atau bingung ngerjain tugas, bisa minta bantuan buat nyusun to-do list harian. Misalnya:

Bikinin daftar kegiatan buat hari Senin, dari pagi sampai malam.

3. Belajar Hal Baru

Misalnya kalian pengen ngerti soal sejarah, sains, atau teknologi, tinggal tanya aja. Bahkan bisa minta dijelasin pakai bahasa sederhana:

Apa itu listrik statis? Jelasin kayak lagi ngobrol santai.

4. Nanya Ide

Lagi buntu mikir ide? Kalian bisa minta rekomendasi topik buat nulis, ide konten, bahkan ide hadiah buat teman. Contoh:

Kasi ide judul blog tentang AI buat pemula dong.

5. Latihan Interview atau Tanya-Jawab

ChatGPT bisa diajak roleplay, misalnya buat latihan wawancara kerja atau presentasi. Cukup bilang:

Latihan interview dong, saya mau lamar jadi admin media sosial.

Dan dia bakal bantu kasih pertanyaan yang bisa kalian jawab sambil latihan.

Penutup

AI seperti ChatGPT bisa jadi alat yang berguna banget buat bantu aktivitas kalian sehari-hari. Tinggal disesuaikan aja sama kebutuhan, dan jangan takut bereksperimen. Saya sendiri masih terus nyoba fitur-fitur dan gaya ngobrol yang berbeda, supaya makin cocok sama kebutuhan saya sendiri.

Semoga tulisan ini bisa ngebuka wawasan kalian, dan nambah ide soal gimana caranya pakai AI secara lebih maksimal.

Sampai ketemu di tulisan selanjutnya ya!
—Alfian, dari Technokers Lab

About

Mengenal AI dan Cara Ngobrol Sama ChatGPT Buat Pemula

Mengenal AI dan Cara Ngobrol Sama ChatGPT Buat Pemula

Halo! Di tulisan ini, saya mau ajak kalian kenalan sama yang namanya AI, khususnya ChatGPT. Tulisan ini saya buat untuk teman-teman yang baru denger atau baru coba, jadi saya akan jelasin dengan cara yang sesantai mungkin dan gampang dimengerti.

Apa itu AI?

AI (kecerdasan buatan) itu singkatnya adalah program komputer yang bisa "berpikir" atau membantu manusia menyelesaikan sesuatu. AI belajar dari data, dan dari situ dia bisa bikin prediksi, ngasih jawaban, bahkan bikin tulisan kayak ini.

Contohnya ya ChatGPT ini. Dia adalah AI yang dilatih untuk ngobrol kayak manusia. Kalian bisa tanya apa aja, dan dia bakal coba jawab dengan bahasa yang alami.

Apa itu ChatGPT?

ChatGPT adalah chatbot AI buatan OpenAI. Namanya gabungan dari "Chat" (ngobrol) dan "GPT" (Generative Pre-trained Transformer). Intinya, ChatGPT ini dibuat untuk bisa ngobrol dan bantu jawab pertanyaan dengan cara yang mirip kayak ngobrol sama orang.

Saya Harus Ngapain Kalau Mau Pakai?

  1. Masuk ke websitenya:
    Buka https://chat.openai.com, lalu daftar atau login.
  2. Tulis pertanyaan atau perintah:
    Contoh:
    • Tolong bikinin surat izin nggak masuk sekolah.
    • Apa itu AI?
    • Bantuin saya belajar sejarah Indonesia.
    • Ngomong pakai gaya santai dong, kayak teman sendiri.
  3. Bisa minta gaya ngomong tertentu:
    Misalnya:
    • Pakai bahasa santai aja.
    • Jawab kayak lagi ngobrol biasa ya.
    • Tolong jangan terlalu formal.

Tips Ngobrol Biar Lebih Enak

  • Jelaskan maksud kalian dengan jelas: Semakin jelas, semakin bagus jawabannya.
  • Kasih konteks kalau perlu: Misalnya: "Saya murid SMA dan lagi nyari penjelasan tentang bioteknologi."
  • Jangan ragu koreksi atau ulangin: Misalnya: "Bisa ulangin dengan penjelasan lebih sederhana?"

Saya sendiri pertama kali pakai ChatGPT buat bantu belajar, nyusun blog, sampai cari ide bikin software. Lama-lama saya nemuin gaya ngobrol yang cocok, dan sekarang bisa pakai buat banyak hal.

Mudah-mudahan tulisan ini bisa bantu kalian yang baru mulai kenalan sama AI. Jangan takut salah atau bingung di awal. ChatGPT ini nggak akan marah, dan dia bisa dilatih supaya jawabannya makin sesuai dengan cara kalian ngobrol.

Kalau kalian punya pertanyaan lanjutan, atau pengen saya buatin panduan lebih lengkap lagi, tinggal bilang aja ya!

Sampai ketemu di tulisan berikutnya.
—Alfian, dari Technokers Lab

About